Perempuan Sebagai Pemimpin

Written By nomBlank on Saturday, April 5, 2014 | 2:53 AM

“Kenapa Pilih Caleg Perempuan”
Perempuan Sebagai Pemimpin

Jika tabir persepsi manusia disingkirkan, segalanya akan tampak apa adanya, tidak terbatas. Namun karena manusia telah diselubungi dirinya sendiri, maka segalanya hanya dapat dia pandang lewat celah sempit perspektifnya.
William Blake
The marriage of Heaven and Hell, 1970
Perempuan Sebagai Pemimpin

Politik pada dasarnya merupakan seluruh hubungan individu dengan masyarakat, menjadikannya persepsi pada taraf mengamati dengan rasa percaya atau tidak. Individu yang berada dalam dunia politik tidak akan pernah selesai mengamati karena hubungan individu dengan masyarakat yang terus berganti-ganti, dunia atau masyarakat yang dialami individu dengan berbagaimacam kerangka teori.
Seharusnya politik bukan sekedar menerangkan atau menganalisis, tetapi melukiskan dari teori kemudian memahaminya dengan baik untuk memulihkan kembali rasa tanggung jawab diantara ruang, waktu dan masyarakat tanpa meninggalkan kesadaran.
Kampanye caleg merupakan kegiatan sosial yang memberikan kesenangan, isi dan makna khusus di tengah masyarakat. Perbedaan antara para caleg adalah ada yang gila kekuasaan ada yang tidak yang membawa kebiasaan buruk kedalam bentuk penguasaan terhadap orang lain, mementingkan kepentingan sendiri dan cenderung tidak bertanggung jawab.
Kekuatan merupakan sistem politik, kemampuan untuk melakukan satu kehendak. Dalam suatu hubungan pemimpin harus dapat mengontrol perilaku, individu atau pemimpin merupakan kekuasaan. Hubungan kekuasaan dengan masyarakat atau rakyat. Jangan menjadikan politik sebagai kekuatan, pengaruh dan otoritas. Kekuatan penggunaan kuasa secara paksa, memaksakan kehendak pada orang lain. Karena warga dapat merubah keinginannya, memiliki emosi mengenai ketidakadilan hukum atau kebijakan dari pemerintahan.
Kantor informasi, media massa maupun media elektronik disibukkan dengan mengumpulkan berita atau tokoh-tokoh fitur utama yang menjadi caleg terutama tokoh tersebut merupakan sosok wanita, energi dan iklim perubahan dalam edisi berikutnya akam mereka cari.
Kuasa menegakkan hukum yang membawa tanggung jawab besar bagi sosok wanita dalam menjadi pemimpin. Akan tetapi kekuasaan itu akan terlaksana melalui kebijakan dengan persetujuan dari demokrasi dalam pemilihan.  rusuh” pro maupun kontra tentang pencalegan dari seorang tokoh wanitapun selalu menjalani perjalanan dalam rangka pemilihan. Menggaris bawahi bahwa pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan dalam kebijakan merupakan kewajiban seorang pemimpin. Selama ada pro maupun kontra, maka tanggung jawab dan hak masyarakat dalam memilih pemimpinnya.
Kita tau bahwa yang menjadi pemimpin akan lebih baik jika dipimpin oleh seorang pria, tetapi melihat kebijakan dari partisipasi hak suara masyarakat, maka tidak ada salahnya caleg perempuan menjadi pemimpin. Karena sudah menjadi hak suara yang sah dalam rangka mengembalikan dan mempertahankan hukum dan ketertiban.
Mencoba mengingat sejarah yang ada di Indonesia yang berawal dari kerajaan-kerajaan yang namanya tersohor di dunia, dan tak lepas dari mistik atau kekuatan supranatural dari seorang tokoh dalam membawa masyarakatnya kekehidupan yang layak. Berawal dari tokoh kerajaan Kediri yang di kenal dengan serat Jayabaya, Ronggowarsito memaparkan ada tujuh Satrio Piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang di kemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit (INDONESIA), yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu. Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut : (FB: Kota Kediri)
1.                  SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO.
Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
2.                  SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR.
Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagaiSoeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.
3.                  SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR.
Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
4.                  SATRIO LELONO TAPA NGRAME.
Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.
5.                  SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH.
Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.


6.                  SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO.
Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.
7.                  SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU.
Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.
Mungkin tidak ada hubungannya dengan Kenapa Pilih Caleg Perempuan, hanya sekedar mengingat betapa pentingnya seorang pemimpin dalam mengubah negaranya.
Dari penjelasan diatas ada satu tokoh wanita yang menjadi pemimpin (presiden) Indonesia, yaitu Megawati Soekarnoputri. Merupakan presiden Indonesia yang ke-empat menjabat sebagai presiden pada tahun 2000-2004, yang perlu dibahas bukan prestasi bukannya juga “ratu adil” apalagi kekuatan mistik dari seorang Megawati Menjadi presiden, tetapi beliau memberikan motivasi bagi para perempuan yang lain untuk bisa berbagi inspirasi untuk kota, provinsi maupun Negara.
Jauh hari sebelum Megawati menjadi Presiden sudah ada tokoh wanita yang berani bersuara untuk menegakkan kedamaian, memperjuangkan hak-hak perempuan sebagai bentuk emansipasi bagi seluruh perempuan yang ada di Indonesia. Melawan kebodohan dan kepatuhan yang tak berarti agar mendapatkan kebebasan pada perempuan. Semangat hidupnya yang membawa inspirasi sangat kental hingga dikenal sepanjang masa yang diperingati pada tanggal 21 April.
Dunia kerja bagi seorang perempuan bukan hanya sekedar menjadi ibu rumah tangga, menginginkan jabatan bukan hanya kehendak dari kaum adam. Kalaupun bisa dan mengerti seorang anak kecilpun menginginkan jabatan, sebagai contoh ketika di Tanya apa cita-citamu setelah besar nanti? Berbagai macam jawaban yang mereka utarakan, andaikan saat itu juga mereka bisa menjadi apa yang mereka inginkan pasti merekapun akan jalan sesuai dengan tahta kepolosan sebagai anak kecil.
Setiap Partai  Politik menginginkan kadernya seorang perempuan maju menjadi caleg untuk mengubah politik, kehidupan dan tatanan yang akan menanggung beban kekuasaan di tanah kekuasaannya.
Mengapa caleg perempuan sangat sedikit duduk sebagai pemimpin? Bukan mereka tidak memiliki keinginan, akan tetapi kurangnya pengalaman dalam berorganisasi dan sosialisasi dengan masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Yeni Roslaini dalam Women Crisis Centre (WCC) “dalam kegiatan sosialisasi caleg kepada masyarakat, tampak laki-laki lebih dominan dan proaktif melakukan pendekatan dengan masyarakat”. (ANTARA News).
Caleg perempuan harus lebih berani tampil didepan masyarakat, namun “sebelum menjadi caleg, mereka yang mendaftarkan diri sebagai caleg alangkah baiknya terjun dulu ke masyarakat, biar ada rekaman atau hasilnya pada saat berkampanye”. (Fahira Idris, Pemilu.okezone.com, 2014).
Kenapa Pilih Caleg Perempuan? sebenarnya, kalau kita mengedepankan akal sehat dan berdasarkan peraturan-peraturan yang kita yakini pasti memilih caleg pria. Beranggapan pria lebih tegar, tidak mudah terpengaruh, lebih punya wibawa dan lain sebagainya. Semua kebaikan dan keindahan didepan mata tidak menjamin akan perubahan yang positif.
Akan tetapi, tingkat partisipasi perempuan yang lebih tinggi di pemerintahan punya kaitan dengan lebih rendahnya tingkatan korupsi, perempuan memiliki standar perilaku etika yang lebih tinggi dan lebih peduli pada kebaikan bersama (Dollar, Fisman & Gatti, 2001) dan sesuai dengan teori psikologi dan sosiologi tentang penyimpangan kecenderungan perempuan lebih taat aturan dari pada laki-laki. (Slideshare.net, 2012).
Dalam pencalonan caleg perempuan dianugerahkan sebagai pewaris mahkota dari pendulunya. Walaupun caleg laki-laki lebih di untungkan, tetapi tidak dalam hal keabsahan, kecintaan yang berdasarkan pribadi, teknis. Caleg perempuan harus memiliki kemampuan untuk menentukan hukum dan kebijakan, tidak zamannya otoritas kekuasaan.
Menjadi seorang pemimpin yang istimewa dihadapan rakyat atau secara emosional lebih dekat dengan perempuan hanya mereka yang berjenis kelamin perempuan. Menjadi inspirasi tanpa bergantung pada kekuasaan, tetapi dari kepercayaan pengikut merupakan kualitas yang sebenarnya dari para pemimpin.
Caleg perempuan pada saat memproklamasikan atau orasi di depan pendukungnya lebih banyak menggunakan perasaan, memungkinkan tidak ada ambisi akan jabatan atau gila kekuasaan. Bisa menjalin komunikasi sedemikian baik dengan orang terdekat bahkan pada masyarakat. Mudah dalam memberikan bimbingan dan lantang saat mereka marah akan ketidakadilan. Tatanan rumah tangga maupun Negara akan baik jika perempuan itu baik, bertindak wajar dengan memberikan suri tauladan yang baik tidak harus dari pemimpin laki-laki.
Emansipasi yang membuat para caleg perempuan maju sebagai pemimpin, lebih tepatnya karena anggapan kaum pria memperlakukan perempuan sebagai orang kedua menurut jenis kelamin. Keinginan caleg perempuan membebaskan prasangka yang ditanam kaum pria merupakan sebagai titik awal untuk mengungguli agar dipandang positif.
Kesetaraan antara caleg laki-laki dengan perempuan dalam menopang posisi sebagai pemimpin untuk masyarakatnya mengalami peningkatan pada tahun 2014, dari data Komisi Pemilihan Umum mencatat persentase perempuan sebagai calon legeslatif pada pemilu 2014 mengalami peningkatan sebesar 7 persen dari 30 persen pada tahun 2009 menjadi 37 persen. (Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, Jakarta)
Merupakan suatu bentuk kebebasan dari seorang perempuan dalam memperoleh kebebasan mengambil kemerdekaan dirinya sebagai manusia. Teori Beauvoir, Hegel dan Sartre mengungkapkan perempuan mencapai transedensi kebebasan lewat emansipasi, kebebasan untuk memilih tindakan-tindakan dan memilih proyek-proyek seperti karier serta kegiatan social dan kebudayaan. (Filsafat Komunikasi, 2013)
Caleg perempuan atau pemimpin perempuan bisa memahami eksistensi sesama perempuan dari pada seoran pria, untuk mengerti situasi atau persoalan perempuan. Karena caleg perempuan lahir menjadi perempuan bukan sebagai perempuan semata. Dengan menduduki kursi goyang sebagai pemimpin semoga bisa memberikan yang terbaik dalam makna hidup pada perempuan.
Berikut pemikiran Beauvoir dalam memahami eksistensi perempuan :
bukan karena jenis kelamin, perempuan menuntut eksistensinya-kesubmisifan perempuan merupakan bukti. Apa yang mereka tuntut adalah diakui sebagai makhluk yang bereksistensi dan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dan tidak mensubordinasikan eksistensi pada hidup, manusia dan sifat dasar binatang. Perspektif eksistensial telah memungkinkan kita untuk mengerti bagaimana kondisi biologis dan ekonomi dari pandangan primitive telah membawa kita pada supremasi laki-laki. Si perempuan dijadikan mangsa … dalam maternitas perempuan tetap dekat dengan tubuhnya, seperti seekor binantang (dalam Arivia, 2003: 19)
Dukungan kepada caleg perempuan seperti yang di ungkapakan oleh Yeni, jika banyak perempuan yang menjadi anggota legeslatif, dapat dapat lebih kuat posisinya memperjuangkan berbagai kepentingan perempuan di gedung wakil rakyat serta mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam segala bidang. Selain itu, banyaknya perempuan yang terpilih menjadi anggota legeslatif diharapkan dapat memberikan kontribusi besar untuk kepentingan dan kemajuan kaum perempuan terutama di daerah tempat pemilihan masing-masing. (Antara News)
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) menggelar kegiatan bakti caleg perempuan bersama rakyat di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta pusat. Kegiatan yang dihadiri oleh para caleg perempuan ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan partisipasi serta keterwakilan perempuan di lembaga legislatif. (Sindonews.com, 2014).
Dengan adanya pemimpin perempuan semoga di Negara kita yang seringkali ada tindakan pelecehan seksual terhadap perempuan. Bahkan PSK yang begitu banyak jumlahnya acapkali jadi permasalahan di masyarakat. Siapa yang disalahkan? Siapa yang akan membimbing mereka? Dunia yang mereka diami seakan diciptakan tak pernah berubah, padahal perempuan bukan orang lain yang ditakuti ataupun disingkirkan keberadaannya. Dari dukungan masyarakat dan pemimpin perempuan sebelumnya membawa kerangka konseptual kedaulatan tentang perempuan merupakan bekal bagi para caleg perempuan untuk maju dan meraih kebaikan bersama.
Peran intelektual, pendekatan secara psikologi yang diusung caleg perempuan dalam perubahan dunia hitam harus mampu membentuk dan menjadikan mereka sebagai seorang perempuan yang sebenarnya. Memberikan pandangan yang bebas, membebaskan dari sudut pandang yang sempit dan rumit menjadikan kemakmuran bersama.
Motivasi yang tinggi akan diusung oleh caleg perempuan, karena keinginan kebebasan sebagai manusia. Ikut berpartisipasi dalam politik dan memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Negara. Menanamkan masyarakat yang berkualitas kepada perempuan sehingga menjadi bagian terpenting dalam pembangunan Negara.
Perempuan merupakan bagian utama bukan dari rumah tangga, provinsi, akan tetapi juga untuk Negara. Partisipasi mereka sangat penting untuk kemajuan. Jumlah perempuan yang meningkat, maka akan diperlukan pemimpin yang berhati lembut layaknya seorang perempuan untuk mencerminkan dan sepenuhnya memahami masyarakat yang mereka layani. 

"KENAPA PILIH CALEG PEREMPUAN"


Ditulis Oleh : nomBlank ~Wajah Indonesia

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Perempuan Sebagai Pemimpin yang ditulis oleh Wajah Indonesia yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 2:53 AM

0 comments:

Ebook-Panduan

Berlangganan

Andai aku Jadi....
  
pollcode.com free polls 

Featured Posts